Ia dikenal sebagai sarjana polymath dari Nishapur,
Persia. Ahli matematik, Filosof, Astronom, dan Sastra. Ia juga dikenal sebagai
penulis risalah dalam bahasa Arab tentang mekanika, geografi, music, dan fisika.
Karena keluasan, kedalaman ilmu, dan kontribusinya, digelari sebagai
matematikawan, astronom, dan penyair utama tradisi keilmuan Islam. Bahkan ia
dijuluki Tent Maker (pembuat tenda) oleh ilmuwan semasanya. Ia adalah orang
yang optimis. Bukan pesimis. Baginya, keindahan, kebenaran hidup, dan
kemakmuran memiliki daya tarik khusus. Ia berperasaan halus. Pemaaf atas segala
kesalahan. Simpatinya benar-benar dari lubuk hati yang mendalam
Dialah Umar Khayyam atau Omar Khayyam. Ia memiliki nama
lengkap Abu al-Fath Ghiyat al-Din Umar ibn Ibrahim al-Khayyam al-Nishapuri. Ia
lahir di Nishapur, Persia (Iran) pada 10 Mei 1084 M. Nama Khayyam diambil dari
pekerjaan ayahnya, Ibrahim, yaitu pembuat tenda (al-Khayyam). Ia hidup di era
kekuasaan Dinasti Saljuk abad ke-11.
Kedalaman dan kecintaannya terhadap ilmu ia mulai
semenjak kecil. Ia memulai mendalami ilmu dari gurunya, Imam Muwaffak, salah
satu pendidik terkenal Khurasan. Pada saat itu, Khurasan adalah ibukota
Kerajaan Saljuk. Ia kemudian mengembara ke Balkhan. Berguru pada ilmuwan
kondang, Syekh Muhammad Mansuri. Ia juga menuju Nishapur untuk mempelajari
filsafat.
Umar Khayyam memiliki kedekatan dengan Nizam-ul-Muluk,
pejabat di Kerajaan Saljuk. Ia juga dekat dengan Hassan-i-Sabah, pemimpin
aliran Hashshashin (Nizar Ismail). Ketiganya sering disebut “Tiga Sahabat”
Ahli
Ilmu Eksakta
Umar Khayyam sangat berjasa dalam perkembangan ilmu
Matematika. Terutama Aljabar. Ia menghasilkan karya, Aljabar (Algebra), yang
kemudian diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Ia adalah orang
pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan
memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah. Selain itu,
ia juga mengenalkan sebuah persamaan parsial untuk ilmu aljabar dan geometri. Ia
membuktikan bahwa suatu masalah geometri tertentu dapat diselesaikan dengan
sejumlah fungsi aljabar. Pada abad XVX dan XVII, persamaan semacam ini justru
banyak digunakan oleh para ahli matematika Eropa, Umar Khayyam mendahului para
ahli Matematika Barat.
Umar Khayyam juga mencetuskan Jawami al-Hisab yang
memuat referensi paling awal tentang segitiga Pascal dan menguji balik Postulat
V yang menyangkut teori garis sejajar. Sebuah geometri euclides yang sangat
mendasar.
Pada 15 maret 1079 M, Sultan Jalaluddin Maliksyah
Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar Khayyam.
Ia menggunakan hasil penelitiannya dalam bidang matematika dan Astronomi.
Penelitian ini menghasilkan penghitungan kalender Muslim menjadi lebih relevan.
Selain itu, ia juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik
dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Ahli
Sastra
Selain ilmu eksakta, Umar Khayyam juga merupakan salah
satu ahli sastra termasyhur khazanah kesusastraan Islam. Ia dikenal dengan
Quatrain (sajak empat baris/ empat berpasangan dua-dua) yang indah, Ruba’iyat.
Sajak-sajak indahnya menyentuk hati penyair-penyair Timur dan Barat. Sayangnya,
penulis dan penyair pada zamannya tidak memberikan penilaian yang jujur. Enam
abad kemudian, seorang penyair ulung dari Barat, Fitzgerald, dengan berani
menyanyikan sajak Umar Khayyam. Ia bahkan menerjemahkan bait-baitnya. Sulit
menentukan jumlah puisi dan sajak yang ditulis Umar Khayyam. Jumlah Quatrain
atau Ruba’iyatnya lebih dari 1.200. Banyak yang mengaku sebagai pencipta
komposisi ini, tetapi tidak seorangpun yakin siapa sebenarnya yang menulisnya.
Namun, semua menyakini yang menulis Ruba’iyat adalah Umar Khayyam.
Tidak diragukan lagi, Umar Khayyam adalah penyair
mistis, penulis monoteistik, dan penyair yang rasional dan argumentif. Dia
ditentang oleh ulama ortodok dan dimusuhi oleh semua aturan agama yang
terlembaga. Baginya, instuisi agama tidak berarti apa-apa. Sufisme tidak
penting, dan cinta agama yang berlebihan adalah sesuatu yang dibencinya. Dia
adalah penganut agama yang natural dan memakai pendekatan kemanusiaan dan
alamiah.
Umar Khayyam menulis sebuah antologi puisi dalam bahasa
Persia. Karya ini diterjemahkan ke beberapa bahasa. Salah satu hasil terjemahan
popular yaitu dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam lima edisi pada 1859,
1868, 1872, 1879 dan 1889. Karya ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin,
Jerman dan Perancis. Beberapa orang menyebut Umar Khayyam adalah William
Shakespeare dari Timur.
Warisan
Umar Khayyam
Umar Khayyam wafat pada 4 Desember 1131 M dan dimakamkan
di Nishapur. Ia banyak meninggalkan karya ilmiah yang sangat berharga, terutama
Matematika, Astronomi, dan Syair. Karya-karyanya banyak diterjemahkan di Asia
dan Eropa. Kisah hidupnya telah difilmkan dengan judul Omar Khayyam (1957),
digambarkan juga dalam film The Kepper, The Legend of Omar Khayyam. Ditokohkan
dalam novel Samarcande oleh Amin Maalouf. Dan tak hanya itu, namanya juga
diabadikan dalam pemberian nama pada sebuah kawah bulan yaitu kawah bulan Omar
Khayyam (1970) dan nama untuk Asteroid 2095 Omar Khayyam (1980).
No comments:
Post a Comment